Community Organiser | Jarot Waskito
Email | coretjogja(at)yahoo.co.id
Blog | http://coret.wordpress.com/
Facebook | coretjogja(at)yahoo.co.id
Friendster | komumitascoret(at)rocketmail.com
Latar Belakang
Komunitas Coret berdiri setelah Workshop Creative Writing Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Yayasan LKiS pada 26 Februari & 7 Maret 2005. Di awal pembentukan komunitas, para peserta workshop berdiskusi tentang nama yang cocok. Beberapa nama dengan berbagai alasan mereka usulkan hingga akhirnya kata “CORET” yang dipilih, dengan harapan dari Coret-an bisa mendorong seseorang untuk menghasilkan karya. Saat ini komunitas CORET sudah memiliki 5 generasi.
Komunitas ini menerbitkan bulletin CORET, dengan jargon “Berteman dan Berkarya”. Jargon ini menggambarkan proses kreatif mereka di dalam komunitas. Bagaimana anggota yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda bisa berteman dan menghasilkan karya-karya bersama. Saat ini sudah terbit lebih dari 50 edisi bulletin yang didistribusikan ke lebih dari 40 Sekolah Menengah Atas dan sederajat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta serta di acara-acara kebudayaan yang melibatkan anak muda.
Pertemuan rutin CORET dilakukan pada hari Jum’at pukul 14.00 WIB atau sepulang sekolah di sekretariat. Dalam pertemuan ini, selain membahas tentang penerbitan bulletin, komunitas juga membaca dan mendiskusikan karya tokoh terkenal dan juga karya teman sendiri, nonton dan diskusi film serta mengunjungi tempat-tempat menarik untuk menemukan inspirasi dan imajinasi.
Karya Coret
Komunitas CORET telah membuat 4 film documenter yaitu |
Dunia Tahfidz (Karya Komunitas CORET Generasi 1 dan 2)
Dunia pesantren, terutama Tahfidz, sering dibayangkan sebagai sebuah dunia yang ‘konon’ suci dan jauh dari hiruk pikuk kehidupan manusia. Tapi film ini berbicara sebaliknya. Film Dunia Tahfidz ini akan membawa kita menelusuri kehidupan mereka......Benarkah mereka terasing?
Filmmaker:
• A. Rif’an Anwar (alumnus MA Alimaksum)
• Ihda Sylvia (MA Alimaksum)
• Nadya Faisal (MA Alimaksum)
• Putri DM (MA Alimaksum)
• SW Suciwati (MA Alimaksum)
• Aufannuha Ihsani (MA Alimaksum)
• Nur Siti Handayani (MA. Pandanaran)
Penghargaan :
- Juara 1 Lomba Film dokumenter « Ramadhan Movie Maker » yang diadakan oleh Jama’ah Masjid Kampus dalam rangka Ramadhan Di Kampus UGM 1429 H, 19 September 2008
- LA lights Indie Movie 2007 sebagai Film partisipan
Bocah Candi (Karya Komunitas CORET Generasi 1 dan 2)
Pada kenyataannya anak-anak memang membutuhkan waktu lebih untuk sekadar memuaskan hasrat bermainnya. Namun bagaimana jika ada anak yang lebih menuruti panggilan hati guna meringankan beban ekonomi orang tuanya?
Filmaker:
• Pekik Nur Sasongko (alumni MA. Ali Maksum Yogyakarta)
• Wening (SMK Pengasih Kulon Progo)
• Latifah (SMA Prambanan Yogyakarta)
• Nur’aini Saputri (MA Pandanaran)
• Ari (MA Pandanaran)
• Asep (MA Pandanaran)
Bukan Sekedar Santri (Karya Komunitas CORET Generasi 3 dan 4)
Teman-temannya biasa menyebut dia sebagai Cah nDalem. Nama aslinya adalah Baidhlowi. Ia berasal dari Desa Rajasinga, Indramayu. Datang ke Jogja untuk bekerja di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak. Pekerjaan yang dia lakukan merupakan kebanggaan tersendiri karena bisa dekat dengan Kyai. Selain bekerja ia juga mendapat kesempatan sekolah dan belajar mengaji seperti santri lainnya.
Filmmaker:
• M. Syarif Dzul Fahmi Abdullah (M.A Ali Maksum)
• Fajriansyah (M.A Ali Maksum)
• Gufron Khairul Ummam (M.A Ali Maksum)
• Aufanuha Ihsani (M.A Ali Maksum)
• Fahriani Sulistyawati(SMTI Yogyakarta)
• Nizamul Muluk (M.A Ali Maksum)
• Bagus Anwar Hidayatullah (M.A Ali Maksum)
Melihat Mata (Karya Komunitas CORET Generasi 3 dan 4)
Gank pada awalnya berupa kerinduan kalangan remaja terhadap suasana kebersamaan. Namun, pada perkembangannya definisi gank menjadi sangat jelas identik dengan kehidupan berkelompok yang memunculkan kesan negatif di tengah-tengah masyarakat. Telah banyak berita-berita yang mengangkat persoalan aktivitas gank. Masyarakat telah mengklaim bahwa kalangan remaja sangat mudah terbujuk untuk masuk dalam lingkaran tersebut. Untuk itu, kehadiran gank merupakan fenomena sosial yang harus direspon secara proporsional.
Filmmaker:
• Tri Noviana (SMA UII Yogyakarta)• Nur Lita Mediana (SMA Muhammadyah 1 Yogyakarta)
• Iva Nuriawati (SMA Muhammadyah 1 Yogyakarta)
• Achmad Nur Ridho (SMK 5 Yogyakarta)
Terkait Penyegelan Rumah Ibadah dan Kekerasan terhadap Jemaat Ahmadiyah Manislor





Program 


